5 Kegagalan Dari Nokia Perusahaan Terbesar Dunia Yang Harus Di Pelajari

Tidak ada satu orang pun yang dapat memprediksi sebuah masa depan dengan pasti. Masa depan adalah sebuah misteri yang tentu memiliki rasa tersendiri.

Mari bersama belajar dari kegagalan perusahaan besar bernama Nokia, Perlu kita ketahui Siapa yang menang hari ini belum tentu menang di masa depan dan siapa yang senang hari ini belum tentu juga berbahagia di hari kemudian, mungkin inilah yang terjadi pada sebuah perusahaan bernama Nokia.
error
Penulis - Jellan Arta, Tanggal - Mon - 26 - Oct - 2020 , 02:18, Kategori - tutorial
Sebagian kita tentu tidak asing terutama generasi yang lahir di tahun 80 - 90 An, kita pasti pernah mendengar betapa bangganya ketika kita menggunakan HP Nokia, terlebih ketika Ponsel game prestasi masih sulit dijangkau.

PNG masih menjadi Primadona untuk main game, semua Mas counter nyuruhnya Beli Nokia. Nokia didirikan pada tahun 1865 di Finlandia l, perjuangan panjangnya lebih dari 100 tahun dinyatakan selesai ketika pada tahun 2013 bertekuk lutut di tangan Microsoft. Nokia telah diakuisisi oleh Bill Gates dan kawan-kawan jika di lihat kebelakang terdapat tiga fase transformasi bisnis Nokia selama kurang lebih 100 tahun.


Pertama, perusahaan ini didirikan sebagai perusahaan karet, kemudian berubah menjadi perusahaan kabel dan kemudian berubah lagi menjadi perusahaan telepon seluler dan dari telepon seluler menuju ke arah smartphone atau Ponsel pintar.

Nokia sukses pada dua transformasi awal terutama pada saat menjadi perusahaan telepon seluler, perusahaan besar dengan nominal 390 Triliun Rupiah pertahun. Namun petaka datang bagi Nokia 3 transformasi yang ketiga yaitu era Ponsel pintar pada tahun 2007, Apple iPhone pertamanya yang Kemudian pada tahun 2008 disusul dengan rilisnya Android oleh Google.

Padahal sebelum itu, bersama dengan BlackBerry mereka adalah 2 merek ponsel paling super power, keadaan berubah drastis asal mula tidak tertarik dengan waktu ia bahkan menurut survei yang dilakukan dalam jurnalnya, analisis penurunan Nokia dari perspektif pemasaran bahwa saat itu pengguna Nokia akan beranjak mengganti ponsel mereka dengan Samsung yaitu sebanyak 35% dan 16% Huawei, dan sisanya ponsel lain sedangkan pengguna yang memilih bertahan hanya pada angka 6% saja.


Nokia makin kalap menurut Pudjiastuti 1 di tahun 2014, laba Nokia turun drastis dalam rentang waktu 2007 hingga 2011 sehingga menyebabkan rasio roe dan roa nya berubah dari yang semula positif di tahun 2007 menjadi negatif di tahun 2011.
Profesor sago Tia setidaknya ada 7 hal yang menyebabkan kegagalan perusahaan Nokia.

Pertama Nokia tidak bergerak, Nokia nyaris tidak Melakukan lompatan besar, mereka terlalu puas diri sebagai pemimpin pasar lebih dari satu dekade yang merasa masih biasa saja dengan kata yang lain tidak merasa bahwa akan ada ancaman serius dari pesaingnya. Mereka tetap pede dengan posisi perusahaan sebagai raja ponsel waktu itu.

Kedua kurangnya inovasi produk, ketika Samsung mengeluarkan seri terbarunya hampir setiap tahun, Nokia masih mengandalkan ponsel seluler lamanya bahkan ponsel tersebut masih saja tidak dibekali kamera depan dan bahkan tidak memiliki fitur Prezi pada masyarakat Global saat ini sudah berada di ambang fase 4G. Ketika sudah mengambil langkah bersama Lumia atau Microsoft, mereka tidak membuat produk yang benar-benar menarik dari bahasa segi desain, symbian dan kesalahan sebuah keputusan Symbian tidak benar-benar diterima pasar karena sidian adalah sistem yang tertutup Di mana tidak memberikan celah bagi para pengembang untuk masuk ke sistem yang ada di dalam Nokia. Hal ini yang menjadi pembeda terutama dengan Android, lompatan besar dilakukan pada tahun 2011 dengan memilih Windows Phone, pemilihan ini didasarkan pada keyakinan Nokia untuk memaksa perbedaan dengan pesaingnya, pemilihan ini justru bertolak belakang, dengan keinginan kondisi perusahaan yang sedang turun, ditambah kenyataan bahwa Windows Phone merupakan OS baru produk Mereka tidak lagi dilirik oleh Pasar.

Ketiga, Nokia termasuk lambang menyenangkan konsumen di kalangan ponsel sejalan dengan perkembangan Android mereka tahu betul Bagaimana menanggapi keinginan pasar dengan cara mengembangkan aplikasi aplikasi yang berguna dan cepat dalam rangka menyenangkan konsumen. Ini yang tidak dilakukan oleh Nokia, nyaris mereka berfokus pada saat ini

Ke Empat ini paling berpengaruh, Nokia kehilangan semua pangsa pasarnya ketika sudah dinyatakan kodi pangsa pasar kelas atas dengan nama-nama besar seperti Samsung, Sony. Nokia juga seakan lupa bahwa pangsa pasar untuk kalangan menengah kebawah perlu diperhatikan dengan seksama, tekanan di pangsa pasar ini datang dari merek baru di zaman itu, sebut saja isi Huawei dan Nokia lupa menyadarinya dan kehilangan keduanya alasan.

Ke lima, Nokia gagal menonjolkan produknya di kelas collection seperti yang kita ketahui, Samsung sangat berhasil dengan jajaran Galaxy seriesnya kemudian Apple berhasil dengan jajaran iPhone. sedangkan Nokia, mereka gagal menonjolkan seri yang menjadi andalan mereka.
Postingan Populer